15 Jul 2016

Keuntungan-keuntungan Mengikuti Jasa Les Privat

0 Comment

Keuntungan Les Privat

Bagi pelajar di kota-kota besar, lembaga bimbingan belajar atau yang biasa kita sebut LBB bukanlah suatu institusi yang asing di telinga pelajar. Bisa dikatakan bahwa sebagian besar dari pelajar di kota-kota besar adalah murid dari lembaga bimbingan belajar. Institusi ini berdiri sebagai wadah untuk menampung para murid yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran di sekolah untuk disatukan dalam sebuah kelas dan metodenya dijelaskan hampir sama seperti guru menerangkan materi kepada murid di sekolah konvensional. Bisa dikatakan menjadi murid sebuah lembaga bimbingan belajar tidak ada bedanya dengan sekolah, lebih parah lagi bisa dikatakan kalau mereka sekolah 2 kali dalam 1 hari, hanya beda tempat dan jumlah muridnya yang biasanya lebih sedikit.

Sebenarnya, apa yang menjadi keunggulan dari adanya lembaga bimbingan belajar? Kita tahu bahwa tidak semua guru awalnya ingin menjadi seorang guru. Luasnya ilmu pengetahuan guru tidak disamai dengan soft skill yang seharusnya dimiliki untuk membangun komunikasi dengan murid supaya mereka memiliki semangat belajar tinggi – di tengah tuntutan untuk menguasai belasan mata pelajaran sepanjang masa sekolah. Belum lagi kalau kondisi ruangannya tidak kondusif, bisa jadi karena panas, sirkulasi udara tidak cukup baik, ruangan yang ramai, dan yang paling menjadi momok bagi pelajar adalah guru yang galak. Definisi guru yang galak ini bisa jadi guru yang sangat disiplin, guru yang ketus, atau bisa juga guru (terutama perempuan) yang sedang dalam mood  tidak baik sehingga secara tidak langsung (dan tidak sengaja) melampiaskan kepada murid. Kondisi inilah yang mendukung ketidak nyamanan pelajar dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Pada akhirnya, pelajar hanya sekedar tahu bukan lagi memahami ilmu pengetahuan. Hal yang paling parah adalah ‘status’ sekedar-tahu ini muncul karena perasaan takut terhadap guru mereka sendiri.

Hampir semua lembaga bimbingan belajar menangkap semua keluhan di atas sebagai hal yang ingin diatasi dan hal ini menjadi bahan promosi lembaga bimbingan belajar itu sendiri kepada para pelajar. Ruangan kelas yang nyaman, maksimal pelajar dalam satu ruang kelas dibatasi – jika di kelas sekolah konvensional mencapai 35 hingga 40 orang tiap kelas, satu ruang kelas di LBB hanya sekitar 20 orang atau kurang, tentor yang ramah, pelayanan tanya jawab di luar jam, semua itu menjadi keunggulan yang disaingkan demi mendapat murid baru setiap tahunnya dan berusaha mempertahankan murid lama. Lama-kelamaan fungsi lembaga bimbingan belajar atau lembaga les privat sendiri bukan pure pada fasilitator bagi pelajar tetapi lebih kepada tujuan bisnis.

Menyadari bahwa les klasikal di lembaga bimbingan belajar tidak menjadi penyelesaian bagi beberapa pelajar (dan orang tua), mulailah beberapa fihak menangkap keluhan tersebut. Mereka menyediakan metode lain berupa jasa les privat melalui lembaga privat. Sebenarnya, sistemnya hampir sama dengan LBB klasikal yang sudah menjamur hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia, tetapi lembaga les privat masih bisa dikatakan lebih membantu para pelajar dan dinilai tidak terlalu membebani para orang tua.

Jasa les privat condong pada penyediaan jasa tentor yang memberikan bantuan pengajaran secara intens kepada sedikit murid. Biasanya satu tentor hanya berhadapan dengan maksimal 3 orang murid. Kebanyakan tentor hanya menangani satu murid setiap sesi les privat. Lembaga ini biasanya tidak memiliki kantor yang besar dan jaringan seluas LBB. Lembaga privat cenderung fokus pada pangsa pasar di sekitar letak kantor tersebut atau di sekitar tentor lembaga privat itu sendiri. Bicara soal biaya, lembaga privat dapat dinilai lebih ekonomis dan lebih baik. Orang tua tidak perlu membayar iuran untuk biaya listrik yang digunakan dalam operasional LBB setiap harinya – mengingat bahwa tidak setiap hari pula putra-putri mereka menikmati fasilitas di LBB. Orang tua hanya perlu membayar untuk jasa tentor, bensin (untuk akomodasi tentor), dan keuntungan bagi lembaga privat tersebut. Bila diakumulasi terlihat masih murah di LBB secara nominal, jasa les privat masih dapat menang untuk urusan perhatian tentor pada murid, hubungan komunikasi yang lebih intens, pemahaman masalah secara personal, serta membantu murid dalam menemukan dan menciptakan penyelesaiannya sendiri.

Bicara soal penghargaan dan banyaknya anak didik yang masuk dalam sekolah favorit atau universitas terbaik, LBB mungkin memiliki bukti dan hal itu bisa jadikan promosi. Namun, tidak ada salahnya jika melihat berapa banyak pula murid yang gagal diterima di sekolah favorit atau universitas terbaik. Bukan untuk menjelek-jelekkan, tetapi lebih melihat kepada realita bahwa tidak semua murid di LBB besar pun mendapat pelayanan pengajaran yang memadai. Lagi-lagi inilah yang ditangkap sebagai peluang oleh para perintis jasa les privat untuk menyediakan jasa tentor yang dapat mengatasi keluhan murid LBB supaya tidak dialami oleh murid jasa les privat.

[top]
About the Author


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SSL Certificate